PELAJARAN PKN KELAS 7 ABCDEF SENIN, 5 APRIL 2021
Assalamualaikum anak anak..
Pelajaran kali ini masih melanjutkan BAB 6 tentang " KERANGKAN NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ".
Pertemuan hari ini tentang sejarah kronologi penculikan terhadap Ir. Soekarno dan Muh. Hatta ketika menjelang proklamasi kemerdekaan. Agar tidak gagal faham tolong dibaca berulang uang sampai faham ya....
Selesai mempelajari materi silahkan isi daftar hadir sebagia bukti kalian belajar..
PERISTIWA RENGASDENGKLOK :
SEJARAH, LATAR BELAKANG , DAN KRONOLOGINYA
Sejarah peristiwa Rengasdengklok terjadi tanggal 16 Agustus 1945 atau sehari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Bagaimana kronologi kejadian monumental ini dan siapa saja tokoh-tokoh yang terlibat?
Pada 14 Agustus 1945, Soetan Sjahrir mendengar kabar dari radio bahwa Jepang menyerah dari Sekutu dalam Perang Asia Timur Raya. Sjahrir segera menemui Sukarno dan Mohammad Hatta untuk menyampaikan kabar tersebut.
Saat itu, Sukarno dan Hatta baru saja pulang dari Dalat, Vietnam, usai bertemu dengan pemimpin militer tertinggi Jepang untuk kawasan Asia Tenggara, Marsekal Terauchi. Kepada Sukarno-Hatta, Terauchi menjanjikan kemerdekaan untuk Indonesia.
Silang pendapat pun terjadi di antara ketiga tokoh bangsa itu. Sjahrir meminta agar kemerdekaan segera dideklarasikan.
Namun, Sukarno dan Hatta yang belum yakin dengan berita kekalahan Jepang memilih menunggu kepastian sembari menanti janji kemerdekaan dari Dai Nippon. Latar Belakang Sukarno dan Hatta tidak ingin salah langkah dalam mengambil keputusan. Di sisi lain, para tokoh muda mendukung gagasan Sjahrir, yakni mendesak Sukarno-Hatta untuk segera memproklamasikan kemerdekaan.
Dikutip dari buku Sejarah Indonesia Kontemporer: Peristiwa Sejarah Indonesia dalam Narasi Wartop (2017) karya Puspita Pebri Setiani, Sukarno dan Hatta berpendapat bahwa: “Kemerdekaan Indonesia yang datangnya dari pemerintahan Jepang atau dari hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri tidak menjadi soal karena Jepang sudah kalah." "Kini kita menghadapi serikat yang berusaha akan mengembalikan kekuasaan Belanda di Indonesia.
Karena itu, untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia diperlukan suatu revolusi yang terorganisasi." Maka dari itu, Sukarno-Hatta ingin membicarakan hal ini terlebih dahulu dalam rapat PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 16 Agustus 1945 sambil menanti kabar terbaru dari pemerintah Jepang. Namun, golongan muda tidak sepenuhnya sepakat. Mereka tetap mendesak agar kemerdekaan Indonesia diproklamirkan secepatnya.
Peran BPUPKI dan PPKI Sejarah Sukarno-Hatta Menjemput Janji Kemerdekaan ke Dalat Mufakat Senyap di Malaya yang Bisa Mengubah Sejarah Kemerdekaan Kronologi Peristiwa Golongan muda mengadakan rapat pada 15 Agustus 1945 malam di Pegangsaan Timur, Jakarta.
Rapat yang dipimpin oleh Chaerul Saleh ini menyepakati bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hak rakyat Indonesia, tidak tergantung dari pihak lain, termasuk Jepang. Pada pukul 22.00 malam hari itu juga, Wikana dan Darwis menjadi utusan dari golongan muda untuk menemui Sukarno, juga Hatta. Mereka kembali menuntut agar proklamasi kemerdekaan dilakukan esok hari yakni tanggal 16 Agustus 1945.Jika tidak, bakal terjadi pergolakan.
Dinukil dari Konflik di Balik Proklamasi (2010) yang disusun St Sularto dan Dorothea Rini Yunarti, Bung Karno menolak seraya berkata tegas: "Inilah leherku, saudara boleh membunuh saya sekarang juga. Saya tidak bisa melepas tanggung jawab saya sebagai Ketua PPKI. Karena itu, saya akan tanyakan kepada wakil-wakil PPKI besok.”
Gagal membujuk Sukarno, golongan muda kembali mengadakan rapat. Dikutip dalam Proklamasi 17 Agustus 1945: Revolusi Politik Bangsa Indonesia (2017) karya Haryono Riandi, rapat digelar pada pukul 00.30 di Jalan Cikini 71, Jakarta. Rapat dihadiri oleh para tokoh muda termasuk Chairul Saleh, Djohar Nur, Kusnandar, Subadio, Subianto, Margono, Wikrana, Armansjah, Sukarni, Jusuf Kunto, Singgih, dr. Muwardi dari Barisan Pelopor, dan lainnya.
Diputuskan bahwa Sukarno dan Hatta akan diamankan ke luar kota demi menjauhkan mereka dari segala pengaruh Jepang. Baca juga: PETA & Cara Membela Tanah Air ala Gatot Mangkoepradja Latief Hendraningrat, Garda Terdepan Proklamasi Kemerdekaan Isi Pembukaan UUD 1945 Alinea 1: Kedudukan, Makna, Penjelasan Peristiwa Rengasdengklok Para pejuang dari golongan muda membawa Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok, dekat Karawang.
Pengamanan pun berjalan lancar karena dibantu oleh Latief Hendraningrat yang merupakan prajurit PETA (Pembela Tanah Air) berpangkat Sudanco atau Komandan Kompi. Tepat pada pukul 04.30 dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno bersama Fatmawati dan putra sulungnya, Guntur, serta Hatta dibawa ke Rengasdengklok, kemudian ditempatkan di rumah seorang warga keturunan Tionghoa bernama Jiauw Ki Song.
Aksi "penculikan" ini semula dimaksudkan untuk menekan Sukarno dan Hatta agar bersedia segera memproklamirkan kemerdekaan, tetapi karena wibawa dua tokoh bangsa itu, para pemuda pun merasa segan.
Di Jakarta, Achmad Soebardjo yang termasuk tokoh dari golongan tua mengetahui peristiwa tersebut. Ia lantas menemui Wikana, salah satu tokoh pemuda. Pembicaraan pun dilakukan dan disepakati bahwa kemerdekaan harus segera dideklarasikan di Jakarta. Selanjutnya, Achmad Soebardjo bersama dengan Sudiro dan Jusuf Kunto menuju Rengasdengklok untuk menjemput Sukarno-Hatta dan membawa keduanya kembali ke Jakarta.
Proklamasi 1945 Sejarah Bendera Merah Putih & Kedudukannya dalam Undang-Undang Pada hari itu juga, dilakukan pembicaraan terkait rencana pelaksanaan deklarasi kemerdekaan. Malam harinya, di kediaman Laksamana Muda Maeda, seorang perwira Jepang yang mendukung kemerdekaan Indonesia, dirumuskanlah naskah teks proklamasi. Keesokan harinya, tanggal 17 Agustus 1945, Sukarno-Hatta membacakan teks proklamasi kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta. Indonesia pun merdeka dan bukan merupakan hadiah dari Jepang.
Ada beberapa catatan sejarah yang melibatkan para tokoh pemuda dalam proses detikdetik proklamasi diantaranya,
1. Pengebar bendera : oleh Suhud dan Latief Hendradiningrat
2. Pengetik naskah proklamasi : Sayuti Melik
3. Penjahit bendera merah putih : Ibu Fatmawati
4. Pengiring lagu kebangsaan : W.R, Soepratman
DAFTAR HADIR PELAJARAN PPKN HARI INI .....Wassalaamualaikum wr.wb
h https://forms.gle/F2pHArifuZzn973VA
Nama:Ahmad Nur Rifai
BalasHapusKelas:7f
No absen:3
Daffa Nakita Ian Danarko
BalasHapus7c
10
WAHYU RAMADHAN
BalasHapus7E
29
Anita Damayanti
BalasHapus7A
5
Aris Kurniawan
BalasHapus7c
5
WENING SEKAR UTAMI
BalasHapus7A
32
Nama:Nurma Nur Hidayati
BalasHapusKelas:7F
No absen:20
Dimas surya
BalasHapus7F
9
Naddhirra Augustine Melandini
BalasHapus23
7A
Aulia Nur Rohmah
BalasHapus7A
07
Arista Keisya Nugraha
BalasHapus7A
06
Faisal Ahnaf Hidayat
BalasHapus7E
11
Nama:Muhammad Ihsan Yahya
BalasHapuskelas:7D
No.absen:17
NAMA:CHOIRUN NISSA ALMA AULIA
BalasHapusKELAS:7D
NOMOR:9
Fadli Yanto Romadhoni
BalasHapus12
7F
Muhammad zakka af Ghani
BalasHapus18
7D
Adhelin Alamanda
BalasHapus7E
2
Bayu herlambang
BalasHapus07
7d
Fandi afnan risnanto
BalasHapus12
7B
Nadania Savaira Rizky
BalasHapus7D
19
Subqhi Rizqi Fernando
BalasHapus7c
29
angga bryan ramadhan
BalasHapus7D
4
Nabella Putri Savira
BalasHapus7A
22
Agustian ananda adi pradana
BalasHapus7e
4
Nensi wahyu anastaysa
BalasHapus7f
19
Satya Dava kurniawan
BalasHapus7f
25
lisa oktavia ramadhani
BalasHapus7b
19
SURYANI
BalasHapus29
7F
Septiana Romadhoni
BalasHapus7f
26
KHOIRIN NISSA IDA KHASANAH
BalasHapus7E
14
Yoni Achmad Febriawan
BalasHapus31
7e
Nadine listya putri
BalasHapus20
7D
Erlangga bayu dwi rivaldi
BalasHapus7f
10